BRAVO PKH JATIM
untuk itu kawan kawan bisa langsung klik disini
Baca Selanjutnya...
Program Pemerintah lintas sektoral dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan Gizi dan SDM (Sumber Daya Manusia) di bawah naungan Departemen Sosial Republik Indonesia
Kemiskinan suatu keluarga sangat terkait dengan tingkat pendidikan, kesehatan, dan nutrisi. Pembangunan selama ini yang lebih ditujukan pada sisi supply atau pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan belum memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya masyarakat miskin. Rendahnya tingkat pendidikan sebuah rumah tangga miskin menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. Keluarga ini pun tidak mampu menjaga kesehatan ibu mengandung sehingga mengakibatkan tingginya resiko kematian ibu saat melahirkan, dan buruknya kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan. Anak-anak keluarga miskin juga banyak yang putus sekolah atau bahkan sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah karena harus bekerja membantu mencari nafkah. Tidak adanya intervensi kebijakan untuk perbaikan pendidikan, kesehatan dan nutrisi keluarga miskin akan mengakibatkan kualitas generasi penerus keluarga miskin selalu rendah dan akhirnya senantiasa terjerat pada lingkaran setan kemiskinan.
Melalui kebijakan yang mengupayakan terjadinya peningkatan pada sisi permintaan (demand) keluarga miskin terhadap layanan pendidikan, kesehatan dan gizi yang baik, PKH diharapkan akan berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat miskin untuk memiliki generasi penerus yang lebih berkualitas dan mandiri. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kasus pekerja anak dan mempercepat pencapaian Millennium Development Goals (MDGs).
Untuk tahun 2007, PKH akan dilaksanakan secara terbatas pada beberapa daerah percontohan (pilot) untuk menguji berbagai instrumen dan prosedur, termasuk penyempurnaan penentuan target rumah tangga miskin. Pemilihan daerah tersebut berdasar pada kesediaan daerah; indikator kemiskinan multi dimensi seperti jumlah dan persentase penduduk miskin, jumlah siswa SD ke SMP putus sekolah dan kasus gizi buruk; dan penilaian terhadap kesiapan sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan.
Tujuan
Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak-anak balita serta meningkatkan pendidikan anak-anak usia sekolah hingga tamat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
Sasaran
Sasaran Program ini adalah ibu-ibu pada usia subur, sedang hamil atau menyusui, anak-anak balita, serta anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok rumah tangga miskin.
Indikator Keberhasilan
Untuk melihat tingkat keberhasilan terhadap pencapaian tujuan, indikator yang digunakan akan lebih terfokus yaitu:
Bidang Kesehatan:
- Setiap ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali pemeriksaan selama masa kehamilannya.
- Setiap proses kelahiran ditangani oleh tenaga bidan atau dokter
- Setiap ibu yang melahirkan mendapatkan perawatan nifas dan perawatan bayinya oleh bidan atau dokter, minimal 2 kali perawatan setelah proses kelahiran.
- Setiap bayi usia 12 bulan ke bawah mendapatkan imunisasi standar secara lengkap
- Setiap anak 6 sampai 59 bulan mendapatkan Vitamin A, dua kali dalam setahun
- Setiap anak balita ditimbang sebulan sekali secara rutin.
Bidang Pendidikan:
- Setiap anak usia sekolah dasar (7 tahun ke atas) terdaftar sebagai siswa Sekolah Dasar (SD) dan tingkat kehadiran setiap siswa SD dalam mengikuti proses belajar mengajar, minimal 85%.
- Setiap anak usia sekolah menengah pertama yang sudah lulus SD terdaftar sebagai siswa SLTP dan tingkat kehadiran setiap siswa SLTP dalam mengikuti proses belajar mengajar, minimal 85%.
Nilai-nilai
Nilai-nilai yang menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program ini meliputi: Kejujuran, Kesetaraan, Kerelawanan, Keadilan, dan Keuletan.
Sedangkan prinsip-prinsip yang dianut meliputi:
- Keberpihakan kepada orang miskin
- Keberpihakan kepada perempuan
- Kepedulian kepada masa depan anak-anak
- Transparansi
- Akuntabilitas
- Partisipasi
- Desentralisasi
Website
Profil KECAMATAN KALITENGAH
Kontribusi Dari Administrator
Thursday, 14 August 2008
Pemutakhiran Terakhir Monday, 15 September 2008
A. GAMBARAN UMUM KECAMATAN KALITENGA
Kecamatan Kalitengah sebagai wilayah administrasi yang terbagi menjadi 20 ( dua puluh) desa, 44 ( empat puluh empat ) dusun, 87 (delapan puluh tujuh ) RW dan 216 ( dua ratus enam belas ) RT. Pembagian wilayah dimaksud Kecamatan Kalitengah terletak ditepian bengawan solo dan sebagaian wilayah membujur ke Selatan dan Timur pada daerah bonorowo, batas Kecamatan Kalitengah antara lain : ·
Utara : Kabupaten Gresik. ·
Selatan : Kecamatan Turi. ·
Barat : Kecamatan Karanggeneng ·
Timur : Kecamatan Karanginangun
Laut dengan luas wilayah 3.553,15 Ha dengan perincianKecamatan Kalitengah termasuk dataran rendah yang ketinggiannya 1,25 M dari permukaan laut dengan luas wilayah 3.553,15 Ha dengan perincian : · Sawah : 910 Ha · Tambak : 2.517 Ha · Tegal 116,27 Ha · Pekarangan : 9, 9,16 Ha · Lain-lain : 0,72 Ha
Kecamatan Kalitengah terletak diantara 2 (dua) aliran sungai yaitu : sungai bengawan solo dan kali blawi ( bengawan jero )
D. KLIMATOLOGI KECAMATAM KALITENGAH
Beriklim tropis musim, musim kemarau pada bulan juni sampai dengan bulan Oktober dan musim hujan pada bulan Nopember sampai bulan Mei. Curah hujan : Jumlah curah hujan (CH=mm) di Kecamatan Kalitengah pertahun adalah 229 mm. Sedangkan suhu rata-rata berkisar antara 25-32 ï¾°c
E. GEOGRAFIS KECAMATAM KALITENGAH Letak giorafis Kecamatan Kalitengah berada disebelah Utara Pusat kota Kabupaten Lamongan yang berjarak 25 Km . Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Dukun Kabupaten gresik, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Turi, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Karanggeneng sedangkan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Karangbinangun.
Populasi Penduduk keadaan bulan Januari 2003 WNI Laki-laki 16.688 Perempuan 17.213 Jumlah 33.901
1. Prasarana Pemerintahan Di Kecamatan Kalitengah terdapat 9 Instansi, Cabang Dinas baik teknis maupun instansi yang berhubungan terhadap pelayanan masyarakat. 2Prasarana Perekonomian Di Kecamatan Kalitengah terdapat
2. Pasar Desa merupakan perkembangan perekonomian masyarakat baik dalam Desa maupun antar Desa, antar wilayah Kecamatan atau Kabupaten sebagai
b. Potensi sawah dan tambak, yang terdiri dari : - Sawah = 910 Ha - Tambak = 2.517 Ha A
Adapun hasil produksi dalam satu tahun : - Padi = 49,96 Ton - Jagung = 50 Ton
- Kacang hijau = 14 Ton
- Ikan Bandeng = 428 Ton
- Ikan Tombro = 211,4 Ton
- Ikan Tawas = 211,4 Ton
c. Lembaga perbankan yang ada di Kecamatan Kalitengah antara lain :
- BRI unit - Koperasi dan Simpan Pinjam Ekonomi Produktif (SPEP) di setiap Desa.
d. Home industri v
Songkok nasional di Desa Pengangsalan dan Bojoasri dapat berproduksi dari kwalitas sedang sampai dengan kwalitas tertinggi. Adapun sebagai penyanggah bahan sengah jadi adalah Desa Blajo, Tiwet, Gambuhan, Kuluran dan Butungan.v Jala / Jaring di Desa Pucangro. v Telur asin ( itik/bebek ) di Desa Pucangro v Tas pakaian, sekolah dan belanja di Desa Pengangsalan, Dibee, Butungan, Tiwet, Blajo, Gambuhan dan Bojoasri. v Camilan ( marning, kacang tanah, kacang tunggak ) di Desa Canditunggal dan Tunjungmekar.
3.Prasarana sosial antara lain:
a. Sarana Keagamaan
- Masjid = 41 unit
- Musholah/langgar = 15 unit
- Pondok pesantren = 1 unit
b. Sarana Pendidikan
- Pendidikan agaman :
RA/ BA = 7 unit
MIS = 17 unit
MTs = 4 unit
MA = 3 unit
- Pendidikan umum :
TK = 13 unit
SDN = 23 unit
SLTP = 1 unit
SMU = 1 unit
c. Sarana Kesehatan
- Puskesmas = 1 unit
- Puskesmas pembantu = 4 unit
- Polindes = 16 unit
- Posyandu = 48 unit
4. Prasarana Perhubungan terdiri dari :
- Jalan Kabupaten = 11,5 Km - Jalan Desa = 31 Km
- Jembatan = 45 buah